Begini Caranya Mendapatkan Visa Schengen

amsterdam, melancong sendiri
amsterdam, melancong sendiri

Anda ingin mengadakan perjalanan ke Eropa? Menikmati sunset di depan menara Eiffel? Atau mengelilingi Trocadero sambil bergenggaman tangan dengan orang yang anda sayangi? Atau ingin melihat kincir angina di Volendam sambil menikmati indahnya wilayah pedesaan di Volendam yang dinobatkan UNESCO sebagai salah satu world”s heritage?
Atau menikmati berbagai koleksi Rijks Museum, yang takkan habis anda kelilingi dalam sehai saking besarnya musem dan banyaknya koleksi yang dimiliki. Atau ingin menikmati indahnya alam pedesaan Italia seperti yang digambarkan novel “Sunset in Tuscany” yang legendaris itu?
Semua bisa… tergantung besarnya dana yang anda miliki. Dan tentu saja persiapan perjalanan yang matang. Menentukan itinerary secara rinci dan berurutan akan sangat membantu kelancaran perjalanan anda.
Lupakan biro perjalanan jika anda punya jiwa petualang. Dengan memakai biro perjalanan, anda harus membayar lebih mahal dan percayalah perjalanan yang anda buat sendiri akan lebih memuaskan. Pergi sendiri hayu…k! Pergi berdua,… dengan pasangan? Atau sekeluarga seru-seruan bersama anak-anak? Jelas ini impian semua orang meski tak semua orang beruntung bisa melaksanakannnya.
Apa saja sih yang harus dipersiapakan sebelum mengajukan visa ke Uni Eropa?
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia bukanlah Negara yang dipermudah dalam mendapatkan visa Schengen seperti Negara tetangga kita Malaysia atau Singapura. Karena banyaknya kasus terorisme, Negara Indonesia termasuk yang “diperhatikan” dalam mendapatkan visa Schengen ini.
Empat senjata andalan yang bisa anda persiapkan jauh-jauh hari sebelum mengurus visa adalah …
1. Pasport
Buatlah paspor jauh-jauh hari atau jika anda telah punya paspor maka perhatikan masa validnya. Minimal 6 bulan sebelum paspor berakhir masih bisa digunakan untuk mengajukan visa Schengen. Pengalaman banyak orang, jika visa anda sudah pernah dicap di banyak negara, apalagi Amerika Serikat (yang terkenal labil dalam memberikan visa) biasanya akan menjadi pertimbangan bagi negara yang anda ajukan visa Schengen untuk mengabulkan keinginan anda mengunjungi negara mereka. Pastikan nama di paspor sama dengan nama di KTP dan akta lahir anda. Jika tidak bisa bermasalah. Jadi lebih baik anda kalibrasi dulu nama anda sesaui dengan ketiga dokumen identitas yang saya sebutkan. Begitupun dengan alamat paspor anda harus sama dengan nama di KTP dan Kartu Keluarga. Jika tidak sama? Ya…anda harus perbaiki dulu. Ingat ini perjalanan ke Eropa. Bukan ke Papua yang masih wilayah Indonesia (stop berpikir yang bukan-bukan, saya tidak bermaksud mendeskreditkan daerah manapun. Cuma sebuah perumpamaan). Jangan sampai terlibat masalah dokumen di Negara Uni Eropa yang terkenal strict ini.

Anda belum punya paspor?
Segeralah buat paspor. Caranya? Jika anda tinggal di Jakarta ada 5 kantor imigrasi yang siap membuat paspor atau memperpanjang paspor anda. Jika anda tinggal di wilayah Jakarta Selatan, Kantor Imigrasi ada di Warung Buncit Jakarta Selatan. Dan ini imigrasi kelasI, jadi lebih tinggi nilai akurasinya daripada yang di daerah. Kata petugasnya sih…

Apakah kantor imigrasi yang dimaksud harus sesuai alamat KTP yang mengajukan passport?
Jangan kuatir,..semua kantor imigrasi bisa memproses pengajuan passport anda dari daerah manapun. Yang penting syaratnya lengkap. Syarat pengajuan passport ada di sini.
Anda bisa datang langsung ke kantor imigrasi atau mengajukan via online. Tapi dari pengalaman saya sih, via online kadang bermasalah, harus mengulang-ngulang berkali-kali baru tembus, jadi saya memilih pakai cara manual.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat paspor?
Butuh dua hari kerja untuk memproses passport anda. Hari pertama anda mendaftar dulu. Disediakan formulir yang harus anda isi dan membeli amplop serta materei di kantor imigrasi. Pengaju online akan dibedakan antriannya dengan yang manual. Tentu saja yang online lebih cepat. Perlu diingat, datanglah pagi-pagi! Jam 5.30 pastikan sudah sampai dan anda mengambil tiket antrian. Karena kantor imigrasi membatasi jumlah pengaju paspor setiap harinya. Anda kesiangan dipastikan tak dapat antrian. Kadang bukan hanya satu orang mengambil satu nomer antrian melainkan beberapa nomer sekaligus, bisa jadi ia dari agen perjalanan atau orang yang memang profesinya membantu membuatkan passport. Begitu anda antri untuk menyerahkan dokumen, petugas akan memeriksanya dan memberi info apa yang harus diperbaiki atau ditambahkan. Juga memberikan nomer rekening bank BNI untuk membayar biaya paspor. Bank BNI yang dimaksud tak jauh dari kantor imigrasi, hanya berseberangan jalan, satu lokasi dengan toko bakery Seven Grain. Langsung ke lantai 2 dan form pembayaran telah tersedia. Setelah itu anda bisa pulang dan besok datang lagi setelah dokumen sudah dimaksukkan dalam bank data dan anda tinggal menunggu foto passport dibuat. Oh ya, kalau anda termasuk orang yang stylish, dandanlah terlebih dahulu dan bagus juga kalau pakai alas bedak yang bagus untuk mendapattkan foto paspor yang terkesan terang dan cantik hehe… dan anda boleh minta foto diulang lalu pilih yang terbaik dari pose anda. Ingat…tanpa senyum.
Nanti anda akan diberitahu kapan paspor bisa diambil dan anda harus membawa bukti pembayaran saat pengambilan paspor.

2. Rekening Tabungan Yang Menyakinkan
Buat pengajuan paspor Schengen, kondisi keuangan anda harus terlihat menyakinkan. Untuk perjalanan seminggu atau dua minggu, Rp 30 juta sudah cukup menyakinkan. Jika hingga sebulan anda harus siapkan minimal Rp 50 juta yang harus standbye dalam rekening. Dan jumlah uang tersebut tak boleh tiba-tiba ada. Harus menjadi saldo mengendap selama tiga bulan, karena salah satu syarat pengajuan visa Schengen adalah rekening Koran tabungan anda selama 3 bulan terakhir. Pastikan anda beberapa kali melakukan transaksi dalam tiga bulan itu agar tampak lebih menyakinkan menjadi rekening tabungan yang anda pakai setiap hari. Mereka akan mengasumsikan anda menghabiskan Rp 1 juta perhari selama di Uni Eropa. Karena Uni Eropa memang biaya hidupnya mahal. Kita bisa menekan dengan membawa bahan makanan dari Indonesia seperti mie gelasdan cereal tapi tetap dalam keseharian anda minimal akan menghabiskan Rp 500 ribu perhari itu diasumsikan menginap di hostel kisaran rp 300 ribuan, kalau di motel atau hotel biaya yang anda keluarkan akan lebih besar lagi. Oh ya… andalan makanan saya adalah kebab. Terjangkau, pilih yang mencantumkan sertifikat halal untuk rasa aman (buat yang muslim) dan rasanya enak.

Kalau ada lembaga resmi yang menyeponsori keberangkatan anda, yang memberikan jaminan menanggung seluruh biaya hidup selama anda tinggal di Uni Eropa dan menyediakan tiket pesawat pulang pergi maka masalah rekening menjadi bukan masalah besar. Tetapi jika yang menanggung biaya hidup anda selama di Uni Eropa perorangan, entah sebagai pasangan hidup anda atau mungkin kerabat yang tinggal di Uni Eropa maka biasanya prosesnya lebih ribet karena Kedutaan Besar tempat anda mengajukan visa akan mengajukan beberapa syarat seperti meminta rekening koran pihak yang bersangkutan, keterangan domisili, pekerjaan, hubungan dengan anda sebagai pengaju visa. Jika keluarga, biasanya akan dimintakan keterangan seperti kartu keluarga. Tapi jikapun ada pengundang pribadi, masalah rekening pribadi anda akan tetap menjadi bahan acuan untuk lolosnya visa. Karena saat ini issue imigran mnjadi masalah serius bagi Negara-negara Eropa, jadi pengajuan visa menjadi hal yang serius.

Saat ini, sebagian besar Negara Uni Eropa sudah tidak menerima pengajuan aplikasi visa di kedutaan besar mereka, tapi dialihkan ke beberapa lembaga perwakilan seperti VFS yang bertempat di Kuningan City, Jakarta. Untuk lebih lengkapnya lihat di sini.

Durasi dari pengajuan sampai pemberitahuan visa anda diterima biasanya makan waktu 2-3 minggu karena diproses di Kuala Lumpur. Ga tahu juga alasannya apa. Apa Indonesia kurang menyakinkan kejujurannya? Entahlah….

Jika semua dokumen yang anda berikan menyakinkan, sekitar dua minggu tapi jika dokumen anda kurang lengkap anda harus menunggu sekitar 3 minggu. Untuk lebih lengkapnya tentang proses pengajuan visa Schengen silahkan baca link ini.

3. Kartu Kredit
Kartu kredit memegang peranan penting untuk kenyamanan dan kelancaran perjalanan anda selama di Eropa. Untuk membeli tiket pesawat, booking hotel melalui booking.com , hostelworld.com , airbnb dan lain-lain biasanya mereka akan minta kartu kredit anda sebagai jaminan. Seperti Booking.com walaupun sistemnya baru bayar saat anda benar-benar datang tapi mereka meminta jaminan anda punya kartu kredit yang masih berlaku. Maka punyailah kartu kredit, tapi pergunakanlah dengan bijak. Gunakan bertransaksi untuk situs-situs yang menurut anda terpercaya. Kalau bisa milikilah dua kartu kredit. Satu dengan limit minimal sekitar Rp5 jutaan dan anda bisa punya satu lagi untuk pagu kredit yang lebih besar. Untuk tranaksi via internet lebih baik gunakan kartu kredit yang pagu kreditnya kecil, untuk menghindari penyalahgunaan kartu kredit anda. Pagu kredit lebih besar untuk transasksi langsung. Ketika membeli tiket pesawat, kereta lebih praktis memakai kartu kredit. Di Belanda bahkan beli buah, makanan dan kopi pun kebanyakan bayarnya harus pake kartu kredit. Tiket kereta subway di loket otomatis Perancis wajib pakai kartu kredit. Kartu debit tak lazim di Eropa. Bahkan saat akan transfer ke tanah air untuk suatu keperluan, ATM Cuma mau mengeluarkan uang cash, taka da fasilitas transfer. Alamaak…

4. Smartphone
Ini senjata andalan anda selama jalan-jalan di Uni Eropa. Keemanapun anda pergi, Google Map akan memberi petunjuk melalui 3 opsi pilihan, mengendarai mobil, public transport yang dilambangkan kereta, atau jlan kaki. Dia akan memandu anda harus naik trem atau subway nomer berapa, berapa perhentian dan harus jalan kaki berapa lama. Sangat membantu. Tapi kartu sim card perdana buat saya sih cukup mahal. Kalau hanya untuk satu atau dua hari tinggal seperti Belanda, memiliki banyak sekali hot spot gratis sehingga anda tak perlu bayar.

Dan asiknya colokan charger di Belanda lubang dua, persis di Indonesia jadi tak perlu repot pake traveler charger yang berbagai macam lubangnya itu. Kalau Perancis, Swiss dan Itali memakai lubang tiga sejajar, masih bisa masuk sih charger Indonesia, kecuali yang ukuran khusus ya. Baru butuh traveler adapter.

Smartphone akan sangat membantu sebagai penunjuk arah, memandu lokasi wisata mana yang baiknya anda kunjungi, perkiraan waktu menuju lokasi, informasi harga tiket, membeli tiket seperti di Rijks Museum, jika anda membeli tiket via internet akan lebih praktis dan tak perlu antri panjang yang melelahkan. Navigasi Google juga akan membantu anda agar tidak tersesat di jalan. Dengan fasilitas Google Earth anda bisa melihat dulu di smartphone, penampakan sekitar obyeknya seperti apa sih tempat yang akan anda tuju.

Smartphone dengan google translatenya juga akan sangat membantu saat anda ingin berkomunikasi dengan penduduk yang tak bisa berbahasa Inggris untuk menyapa atau bertanya. Di Belanda hampir semua orang bisa berbahasa Inggris dengan baik, dan mereka sangat membantu saat kita menanyakan suatu arah. Tapi di Perancis dan Italia jarang yang bisa bahasa Inggris. Bahkan semua acara televise di Italia wajib diterjemahkan dalam bahasa Italia. Jadi semua tayangan film dari Asia, Amerika dan berbagai belahan dunia manapun, semua pemainnya tiba-tiba fasih berbahasa Italia hehehe..

Sampai jumpa di info selanjutnya tentang apa saja dokumen yang harus disiapkan untuk mengajukan visa Schengen . Ciao……!

Baca juga yang ini....

15 Comments

  1. Dikekep infonya mba, makasih. Kebetulan aku lagi nyari2 info ttg pembuatan visa schengen. Terutama masalah tabungan, detail banget jadi lbh aware. thank you ya

  2. Nice share sist. Detail bgt cara buat visanya. Sy Jadi pengen nabung lg khusus buat jalan2 ke Eropa. Mantap mbak sita udah keliling Eropa. Di eropa, jalan ke negara mana aja mbak? Itu trip sendiri? Lain kali klo mau jalan2 lg, ajak2 sy mbak… Hehehe

    1. Iya trip sendiri. Aman kok. Ayo nabung dek, buat jalan-jalan lagi. Cuma 4 negara kok, Jerman numpang lewat doang jadi ga dihitung. lebih menyenangkan jalan-jalan ada temannya, berdua is perfect! Hayo atuuuh nisabule.com!

    1. iya pengennya juga seluruh Uni Eropa dijelajahi ada kondisi tak memungkinkan. Pengen ke Eropa lagi nanti semoga dimudahkan. Amin. Ane ke TKP gan Moko

    1. Waktu liat judul “Jangan Takut Menikah” jadi pengen sepertinya menginspirasi sekali itu bukunya pak, ———Sayang sekali buku tersebut sudah tidak terbit lagi, Sob. Namun, edisi barunya dengan revisi di sana-sini sudah terbit dengan judul yang beda, yakni “Nikah Sekarang? Siapa Takut!” diterbitkan Diva Press, Jogja, juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dan diterbitkan Al-Hidayah Publisher, Malaysia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *