BRIDGET JONES’S BABY, CERITA CINDERELLA UNTUK PARA JOMBLO

Nonton premier bridget jones's baby bareng poppy sovia yang cantik
Nonton premier bridget jones’s baby bareng poppy sovia yang cantik

Buat banyak perempuan, cerita film Trilogy Bridget Jones (Renee Zellweger) yang diangkat dari novel ini terasa sebagai kisah yang “guweh banget” buat para perempuan jomblo. Lahir dari keluarga biasa-biasa saja namun punya ayah yang sangat mencintai ibunya (meskipun ibunya pernah selingkuh dan pergi dari rumah dengan pria lain) namun selalu memaafkan kesalahan ibunya. Lelaki yang selalu mengalah untuk istrinya. Jones yang lahir di keluarga harmonis, merasa tertekan dengan ibu yang selalu berharap ia segera menikah dan punya anak, membuat Jones nelangsa.

Jones merasa telah menghabiskan masa-masa reproduksinya dengan sia-sia. Kegemukan, ketergantungan alcohol, clumsy, punya selera berpakaian yang aneh, sering ngawur kalau bicara dan wajah yang yaaa ukuran normal lah, standar wanita kebanyakan…. Tidak terlalu cantik, membuat para penonton wanita, seakan melihat teman senasib, Dan Hollywood dengan jeli menangkap besarnya kegundahan para jomblo ini dan mencium bau jutaan dolar jika novel ini difilmkan.

Tak cuma di Asia, status jomblo bagi para perempuan di negara maju sekalipun sering membuat beban apalagi ketika umur telah menginjak usia 30 ke atas, pertanyaan seperti , “Kapan Menikah?” atau pernyataan “Muka sudah kelihatan berkerut tuuuh, seharusnya sudah punya anak dua, deh…!” dari teman sekolah saat pajang wajah selfie adalah sebuah silet yang menyayat, membuat hati berdarah-darah. Tak usahlah kalian tanyakan pertanyaan interogasi semacam itu, melihat teman satu persatu naik pelaminan, memamerkan kemesraan di media social dengan pasangan, atau dengan bangga dan bahagia bilang, Si Ucil sudah punya gigi loh…” sambil angkat si toddler yang menggemaskan bulet, buat para jomblo itu sudah menjadi siksaan, membuat gundah dan seperti jam weker yang berdering kencang di kepala, mengingatkan jam biologis yang tak mungkin diputar ulang. “Kapan kawin..kapan kawin..kapan kawin….”

Trilogi Bridget Jones adalah sebuah oase, sebuah harapan, seperti mewakili mimpi yang menjadi kenyataan, ketika woman next door yang tinggal di lantai teratas sebuah apartemen di London yang sempit (karena memang biaya hidup dan tempat tinggal di kota-kota Eropa apalagi London) mahaaaal sekali. Dari kondisi yang terpuruk, merasa tak berdaya, yang selalu menghabiskan hari ulang tahunnya bersama teman-teman dan bukan pasangan akhirnya ia menemukan pangeran impiannya, Mark Darcy (Colin Firth) yang merupakan tetangga dan teman masa kecilnya. Di dua seri Bridget Jones’s Diary, Marks Darcy selalu tampil sebagai penyelamat Jones dari setiap kesulitan. Meski pengacara ini agak aneh, lurus lempeng tanpa ekspresi, yang tak bisa merayu wanita dengan kata-kata romantis untuk menyatakan perasaannya. Tapi semua penonton tahu, tatapan mata penuh cinta Darcy hanya untuk Jones.

Meskipun penonton harus menunggu selama 10 tahun untuk menunggu kelanjutannya, film Bridget Jones’s Baby ini ternyata ceritanya juga tak terkesan dipaksakan. Nah di sequel ke tiga ini dibuka lagi-lagi dengan adegan Jones merayakan ulang tahunnya yang ke 43 diiringi lagu menyayat hati All By Myself yang dinyanyikan sepenuh jiwa raga oleh Celine Dion. Dan lagu ini akhirnya jadi lagu wajib para perempuan saat hati galau tak karuan. Tapi kali ini Jones sudah bukan lagi seorang pecundang. Punya tubuh yang indah, punya sense of fashion dan karier yang bagus tapi tanpa Mark Darcy. Lo kok???? Saya ga boleh cerita dong kenapa mereka ga bareng, ya…kan nanti kalian kesal karena jadi ga surprise dong nontonnya.

Adegan ngakak sudah dimulai ketika Jones harus menghadiri upacara pemakaman mantan pacar play boynya si ganteng Daniel Cleaver (Hugh Grant), karena mengalami kecelakaan helicopter. Pemakamannya dihadiri oleh puluhan perempuan muda cantik seksi yang tentu saja semua mantan pacar sang playboy. Dan lihatlah ketika seorang cewe seksi maju memberikan farewell speech sebuah puisi saat dulu lagi dipedekate-in Daniel Cleaver dengan sepenuh hati. Jones sendiri sangat hafal puisi terkenal itu. Dan semua mantan pacar yang hadir terbelalak dengan ekspresi yang sama tahu sebabnya?… bisa menduga doong.

Di sini pula Jones kembali ketemu Mark Darcy setelah 5 tahun tak saling sua. Keduanya kikuk dan jaim. Lalu seperti buku The Secret karya Rhonda Byrne tentang hukum daya tarik dan quote Paulo Coelho, jika kau menginginkan sesuatu maka seluruh semesta akan berkonspirasi mewujudkannya maka serangkaian peristiwa akhirnya membuat mereka kembali bertemu.

Waktu 10 tahun telah mengubah keadaan. Semua teman-teman dekat Jones sudah menikah dan punya anak, bahkan teman gay dan pasangannya pun sepakat mengadopsi anak dari Eropa Timur. Tak mau ngenes dan melewatkan ulang tahunnya sendiri, Jones menerima ajakan Samantha, si penyiar teve anak buahnya untuk mengikuti glamping (glamour camping) yang membuatnya sekali lagi, mendapat jackpot bertemu lelaki misterius “ding fu****g dong” (maksud Jones ganteng bangeet) yang membuatnya terjebak dalam cinta satu malam ala lagu dangdut siapa itu penyanyinya saya ga ingat.

Maka…. Sel telur yang sudah lama dikawatirkan Jones bakal jadi telur rebus itu akhirnya menggeliat menjadi zigot akibat kesalahan penggunaan pengaman ramah lingkungan yang sudah kadaluwarsa. You will know what I mean when you see the movie by yourself. But ini belum akhir cerita dari film ini. Ingat ya..ada Mark Darcy yang kembali hadir dalam hidup Jones. Maka terjadilah konflik seputar isu pembuahan yang melibatkan dua pria charming (namanya juga film, klu di Indonesia perempuannya hamil malah ditinggal kabur) dan dokter spesialis kandungan yang diperankan dengan apik oleh Emma Thompson.

Oh ya,.. ada kemunculan Ed Sheran dalam sesi glamping ini sebagai cameo yang disangka sebagai “petugas keamanan yang ganteng juga” dalam istilah Jones dan Samantha. Kalian takkan bisa menahan tawa betapa konyol dan tak update-nya dua perempuan jomblo ini. Dan Ed Sheran hanya bisa garuk-garukk kepala. Ia memberi warna yang mengesankan di film ini.

Adegan demi adegan persaingan ala laki-laki antara Mark Darcy dan Jack ( Patrick Dempsey) si ahli matematika analog dan jadi jutawan dari bisnis perjodohannya yang sedang tren di Inggris. Yah..ini film, sekali lagi,,dari keadaan tak berdaya lalu tiba-tiba jreng-jreng…! jackpot dapat dua calon jodoh yang sama hebatnya, sama gantengnya, sama kualitasnya, membuat para penonton perempuan seperti menemukan lagi mantera “cling….” Yang membuat cahaya kembali bersinar dari langit setelah mendung gelap dan hujan yang deras sekali dari hati yang tertekan nilai-nilai sosial masyarakatkembali bersinar.

Kehidupan baru dalam bentuk bayi selalu membuat siapapun jatuh cinta. Mendengar detak jantungnya terdengar dari dopler, tangan mungil yang terlihat melambai dari USG (dan sayapun mewek) adalah sebuah keajaiban yang akan membuat siapapun bahagia dan bertekad memberikan yang terbaik untuk jadi ibu. Jones bertekad hidup sehat, menjauhi rokok dan alcohol, dan olah raga. Kedua calon Bapak pun sangat antusias mengikuti kelas kehamilan buat pasangannya dan adegan-adegan konyol, lucu, dan yang membuat penonton meleleh hatinya teramu dengan apik di film ini.

Yang menyenangkan buat saya adalah,… Hollywood menghargai senioritas dan hukum alam bahwa menjadi tua adalah sebuah kepastian yang tak bisa ditolak manusia. Berbeda dengan sequel 1 dan 2, ketika semua pemain masih kenceng dan kinyis-kinyis, di sequel ke tiga ini wajah Jones dan Darcy sudah nampak berumur. Gurat-gurat keriput terlihat jelas di wajah dan tubuh mereka tapi itu, sekali lagi tak mengganggu kenikmatan menonton karena jalan ceritanya yang menarik. Mereka tak perlu menutupi gurat itu dengan make up tebal yang mengurangi kedalaman ekspresi wajah pemainnya. Meski saya lebih menyukai wajah chubby Renee Zellweger sebelum ia operasi plastik. Mereka tetap menarik dan mempesona seperti yang diucapkan Jones saat melihat Darcy sedang berargumen dalam sidang membela kebebasan wanita berbicara tentang isu tertentu.”Aku lupa betapa seksinya ia ketika memakai wig dan gaun.” Ya,..kita semua tahu bahwa kecerdasan, kebijakan dalam bersikap, hati yang baik adalah pesona yang takkan memudar oleh waktu. Natural is beauty. Alami itu indah.

Semoga film dan sinetron Indonesia belajar dari hal ini. Kita bisa melihat bahwa Zellweger, Colin Firth, Bruce Willis, Matt Damon, Pierce Brosnan, bahkan Stallone tetap terlihat mempesona di masa tua mereka. Pengalaman hidup membuat mereka makin karismatik.Bukan wajah muda yang dituakan, disemir penuh uban dan dipaksa bersuara serak terbatuk-batuk ga jelas.Penonton tidak bodoh. Kita muak pada sesuatu yang palsu dan dipaksakan.

Ah ya,… beberapa nilai dari film ini memang tidak cocok dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat Indonesia, tapi kita kan penonton cerdas, tahu mana yang bisa kita ambil sebagai bahan pelajaran hidup, mana yang diabaikan saja, ya kaaan? #gasahnyinyir yaaa…..

Dan manakah yang akhirnya dipilih Jones sebagai tambatan hati? Hmm…. Lihat saja sendiri ya. Tapi gigitan Jones yang membuat tangannya berdarah di ruang persalinan dan jawaban dari pertanyaan Jones, “Jika ini ternyata bukan anakmu?” Dengan tegas tanpa ragu ia berkata, ” Aku akan tetap mencintainya, tak peduli ia anakku atau bukan. Aku juga akan mencintaimu dengan apa adanya dirimu.” Huaaa… siapa perempuan yang tak meleleh coba. Keluar dari bioskop, muka-muka berbinar dan optimis menyembul di antara para penonton. Ya,..ini cerita Cinderella versi yang lain. Tapi bukankah mimpi juga bisa mewujud jadi kenyataan? Ingat quote Pak Paulo Coelho dan kutipan ayat suci, Berdoalah…niscaya akan Kukabulkan..”

The jombloers,..tetaplah optimis dan jalanilah hidup penuh antusiasme, berapa kalipun harus menghadapi pengalaman pahit, dibully soal umur atau status. Kembalilah tegak berdiri hingga saatnya kau temukan pasangan jiwamu yang akan selalu membuatmu nyaman seperti rumah untukmu bersarang yang selalu memanggilmu untuk kembali ‘pulang’.

Jakarta 14 Oktober 2016
Bridget Jones’s Baby akan tayang di bioskop 21 Oktober 2016.

Baca juga yang ini....

12 Comments

  1. Pasti saya tonton film ini krn saya juga nge fans sama film2 Bridget Jones sebelumnya. Yang pasti, film2 Bridget Jones ini pintar menyiptakan karakter laki2 yg mampu membuat para perempuan jatuh cinta berat, krn kalau di pikir2, Mark Darcy (Colin Firth) tidaklah seganteng para aktor hollywood seperti Brad Pitt, Tom Cruise dll tapi mampu membuat para perempuan berkhayal selagi menanti sang pujaan hati impian hadir dalam kehidupan kita utk memberi warna dan kebahagiaan yang insyaAllah abadi 🙂 So, keep praying and trying, girls and may all of us find the right one! Aamiin <3

    1. thank you sudah berkunjung Hafizah. Sekali lagi…fisik bukan sebuah ukuran keseksian kan? Ga rugi banget nonton film ini.

  2. Wuuah aku nonton film yang sebelumnya… pas nonton emang berasa gemes-gemes gimana gitu… wkt itu, Renee sampe rela nggemukin badannya untuk film ini kan…

    1. di film ketiga ini kita bakal ngakak, ngikik plus klepek-klepek melulu sama mark darcy. terima kasih ya..sudah berkunjung. Ane mo dolan ah

    1. iya ya bu, coba saya susaaah banget turun badannya. Ibu masih cantik dan segar, awet muda. Terima kasih sudah berkunjung

  3. Ahahahaha,,, aku penggemar bridget jones,, dulu pas nonton film pertama kedua kayaknya nonton bajakan deh,, sekarang bisa nonton di bioskop,, film ini menghibur dan penuh makna deh buat aku,, diceritakan dengan ringan jadi masuknya gampang, hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *