Cantiknya Rumah Tjong A Fie

Rumah Tjong a Fie by Shita R

Rumah Tjong A Fie berdiri megah di Jl. Ahmad Yani Kesawan, Medan. Berlantai dua didominasi jendela-jendela lebar jalusi dan bergaya colonial. Halamannya luas dihias taman. Membayangkan di masa lalu, beberapa kereta kuda pasti pernah berteduh di bawah pohonnya yang rindang. Yang unik, meski keturunan Tionghoa, cat rumah tidak didominasi warna merah dan keemasan khas China, tapi justru krem dan hijau yang mengingatkan pada warna keraton Yogyakarta.

Tjong A Fie, kelahiran Guangdong pada tahun 1860 menjejakkan kaki di Medan pada usia 18 tahun mengikuti jejak kakaknya yang telah diangkat menjadi Kapitan oleh pemerintah Kolonial Belanda. Tjong A Fie meniti karirnya dengan bekerja di took teman kakaknya, yang membuatnya belajar cara mengelola bisnis dan berinteraksi dengan warga Medan yang multiras dan multikultural. Ia menjalin hubungan baik dengan para pejabat tinggi Belanda yang mengangkatnya menjadi Kapitan pemimpin China menggantikan kakaknya yang meninggal. Posisi ini sangat strategis dan dihormati.

Ia memiliki hubungan baik dengan Sultan Deli Sultan Makmoen Al Rasjid dan membantu pembangunan Istana Maimoon, Masjid Sultan Maksum dan Masjid Gang Bengkok. Ia juga membantu pembangunan lonceng kota, gereja bagi umat Kristiani, kuil bagi pemeluk Hindu dan Budha. Juga rumah sakit Tionghoa, jembatan dan banyak lainnya.

Bisnisnya berkembang besar di bidang perkebunan tembakau, kelapa, dan membangun pabrik minyak kelapa. Bahkan Tjong A Fie lah yang membangun jalur kereta api pertama dari Medan ke Belawan. Jumlah pekerjanya 10.000 orang dan membagikan 5% keuntungan perusahaannya bagi karyawan.

Sebagai konglomerat beesar di jamannya, tentu Tjong A Fie memiliki banyak hubungan baik dengan masyarakat dari berbagai kalangan termasuk ulama dan para pembesar istna. Ia juga menyumbang pembangunan masjid raya medan yang kini masih berdiri megah, menyantuni para anak yatim dan janda-janda miskin di sekitar wilayah tinggalnya. Tjong A Fie juga membantu Raja Melayu untuk membangun kembali istananya yang telah terbakar.

Ia memiliki hubungan yang baik dari rakyat jelata sampai pemimpin China modern, Sun Yat Sen yang menuliskan kaligrafi untuknya, yang berjudul “ yang dermawan dan menebar kebajikan” untuk melambangkan kepribadiannya yang menawan.

Foto Tjong A Fie by Shita Rahutomo

Rumah berlantai kayu dan penuh jendela yang mengalirkan udara sejuk ini memiliki 40 kamar tidur,yang dihuni oleh Tjong A Fie, istri, anak-anaknya dan para teman dan saudara. Masing-masing penghuni memiliki pelayan pribadi. Bayangkanlah,.. betapa riuhnya rumah ini dulu. Di lantai atas, terdapat sebuah ballroom yang digunakan untuk menyelenggarkan pesta dansa di akhir pekan. Sementara kamar pribadi Tjong A Fie terdapat di lantai bawah setelah ruang sembahyang arwah. Perabotnya didatangkan khusus dari Yunani. Tempat tidur dan lemarinya bergaya Roman. Kelambu tempat tidurnya adalah renda cantik transparan yang dirajut tangan. Indah sekali. Ada juga timbangan berat badan (paling modern pada jamannya)  yang menunjukkan penghuni kamar ini memperhatikan kesehatan karena Tjong A Fie juga tidak madat, sesuatu yang wajar dilakukan para Tionghoa kaya pada masa itu. Ada juga vacuum cleaner yang didatangkan khusus dari Italia.

Mari kita beralih ke ruang makan. Ruang makan terletak di ruangan belakang, dalam bidang persgi panjang. Dihiasi keramik-keramik kuno dan foto keluarga di dinding. Menariknya meja makannya bisa ditarik dan diperpanjang dua kali lipat jika yang hadir untuk makan jumlahnya banyak. Tjong A Fie seorang  penyayang keluarga. Ia bukan orang yang suka keluyuran mencari hiburan malam dan perempuan. Ia menyayangi istri ketiganya, menjadi ayah dan suami yang baik.

Istri Tjong A Fie by shita rahutomo

Saat di China ia memang sudah menikah namun istri pertamanya ini tidak memiliki anak. Mereka terpisah ketika ia memutuskan merantau mengikuti jejak kakaknya. Ketika merantau ke Medan, ia menikah lagi namun sayang istrinya meninggal tak lama kemudian. Anak-anaknya dari istri ke dua diasuh oleh istri pertamanya yang memilih tinggal di China.  Bersama istri ke tiga ia memiliki 7 anak. Saat ini salah satu keluarga buyutnya masih menempati sisi kanan rumah ini, terpisah dari ruang public yang ditunjukkan sebagai museum.

Tjong A Fie sangat peduli pendidikan. Ia memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya dan koleksi buku-bukunya saat ini diamankan. Sebelum meninggal akibat penyakit apopleksia yang mengakibatkan perdarahan otak, ia telah menuliskan surat wasiat agar kekayaannya diwariskan untuk membentuk sebuah  yayasan   Toen Moek Tong yang ditugaskan memberikan bantuan pendidikan pada anak-anak yang cerdas dan punya keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan. Tjong A Fie seorang yang pluralis, karena ia pesankan dalam wasiatnya, bahwa yayasannya tidak boleh menolak kandidat beasiswa yang potensial hanya karena perbedaan ras, agama dan latar belakang.

Ia juga mengingatkan para penerus kekayaannya untuk memberikan bantuan hidup bagi orang yang cacat dan mereka yang menderita akibat bencana alam.

Orang yang kaya adalah orang yang merasa cukup pada segala yang dimilikinya dan senang berbagi pada sesama tanpa khawatir kehilangan harta dan rasa iklash dalam memberi, tanpa memandang latar belakang penerimanya. Tjong A Fie adalah juga seorang universalis, yang kita butuhkan hingga saat ini, di negara kita yang kaya dengan perbedaan agama, budaya, dan ras.

Tjong A Fie telah mengajarkan nilai-nilai universal itu pada kita selama hidupnya. Ia, manusia yang berhasil mengalahkan ego diri dan kepicikan berpikir. Andai semua orang Indonesia saat ini bisa belajar banyak pada apa yang dilakukan Tjong A Fie maka Indonesia yang damai akan terus terwujud.

Saat ia meninggal di usia 62 tahun, ribuan pelayat datang dari berbagai daerah dan berbagai latar belakang, memberikan penghormatan terakhir pada salah satu manusia berhati besar.   Jalanan penuh sesak dengan orang-orang yang menghargai jasa-jasanya dalam menyejahterakan masyarakat Medan dan sekitarnya.

Continue Reading

Berapa Saya Harus Bayar Asuransi Perjalanan?

centraal-station-amsterdam

Pertanyaan dari  pembaca tercinta yang sudah membacapostingan saya tentang persiapan membuat visa di sini dan kiat agar visa kita lolos di sini meminta saya menuliskan berapa sih jumlah yang harus dibayarkan untuk asuransi perjalanan ke luar negeri?

Setahu saya ada dua perjalanan yang harus dicover dengan asuransi. Pertama perjalanan ke wilayah Asia dan perjalanan di luar negara-negara Asia. Tentu saja polis untuk perjalanan di luar negara Asia jauh lebih mahal mengingat aturan yang lebih ketat dan biaya untuk perawatan rumah sakit dan biaya hidup misalnya pasti lebih besar.

Continue Reading

Bermimpilah,..Dan Biarkan Semesta Berkonspirasi Mewujudkannya!

Paris di waktu senja, romantis
Paris di waktu senja, romantis

Ketika melihat postingan liburan, apalagi yang jauh di luar negeri kadang kita kasih beberapa komen seperti ini.

“Kapan ya,..aku bisa ke sana.”

“Wah,..pasti habisnya banyak tuh, yah buat hidup setiap hari saja tak cukup.”

“ Mesti nunggu kaya dulu nih,..biar bisa jalan-jalan begini..”

Aku pun pernah merasa seperti itu. Paris, bagiku dan bagi banyak orang adalah tempat yang jadi impian untuk dikunjungi karena kecantikannya, karena bangunan-bangunan tuanya yang mempesona, karena aura romantisnya seperti yang tertangkap dalam fim romantis tapi sedih Richard Gere dan Winona Ryder dalam Autumn In Paris. Adegan Richard melewati jalanan yang dikelilingi pohon-pohon yang hanya menyisakan ranting kering meranggas, daun-daun kecoklatan berserakan, lalu kita duduk di taman menikmati hembusan angin sepoi dalam atmosfer yaang sendu. Atau saat mendengarkan  lagu La Vie En Rose yang terkenal dari penyanyi Edith Piaf selalu membuat imajinasiku membayangkan berjalan di sepanjang trotoar dan angin berhembus menerbangkan rambutku (ganti jilbab di kenyataan hehe), melewati jembatan-jembatan cantik, menikmati suasana dan keindahan kota di sekitar Sungai Seine, mengagumi keindahan Notre Dame sambil mengingat kisah cinta Si Bongkok dan Esmeralda dan menikmati malam hening yang bersinar penuh bintang di teras kafe pinggir jalanan seperti lukisan Van Gogh Starry Night. Indah bukan?

paris2

Dan sekali lagi, untuk bisa traveling kita ga harus kaya dulu kok. Yang penting kita tak mengorbankan kebutuhan yang menjadi prioritas seperti biaya sekolah anak, atau cicilan rumah. Apalagi sekarang ada komunitas backpacker international seperti ini, yang anggotanya dengan seang hati dan antusias berbagi info, saran dan tips tentang sebuah lokasi wisata. Ada internet yang membuat kita jadi punya banyak opsi untuk menjalani liburan. Dari kelas nyaman atau seri petualang. Semua ada konsekuensinya, tapi kita akan tetap mendapat pengalaman yang kurang lebih sama. Kita tidur di hotel berbintang atau sewa kamar seuplik di rumah orang, kita akan memandang menara Eiffel ketika sunset sama indahnya.

Kenapa aku suka traveling? Karena traveling  itu memberikan banyak manfaat. Rasulullah SAW saja menganjurkan kita bertualang, menjelajah bumi. Beliau bersabda, “Jika kamu pergi ke suatu tempat, maka kembalilah dari  jalan yang berbeda.”  Begitupun hadist, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.”  Walaupun ada yang bilang hadist ini dhoif, tapi tetap bisa kita jadikan referensi.  Ini pemikiran yang visioner, yang mendorong orang menjelajah, mencari ilmu, karena masa itu China memiliki tingkat peradaban yang sangat tinggi. Hadist ini masih relevan sampai sekarang kan? Orang berbondong-bondong kuliah ke luar negeri sekarang sementara hadist ini sudah ada dari ratusan tahun silam.

Dalam Al Quran juga disebutkan bahwa manusia itu harus berhijrah. Melakukan perjalanan, yang bisa diartikan dalam banyak hal. Hijrah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik, hijrah dari tempat bahaya ke tempat lebih aman, hijrah memperbaiki nasib agar lebih sejahtera, hijrah dari kondisi bodoh menjadi lebih pintar dan bijaksana. Hijrah dalam makna yang multi dimensi. Dengan hijrah dan mendapat pengalaman batin spiritual selama perjalanan, kita bisa ambil pelajaran baik dari hal itu, untuk memperbaiki diri, memperbaiki keluarga, lingkungan, tatanan. Memang tak bisa seketika, butuh proses dan yang terberat adalah memperbaiki diri sendiri dulu sebelum merasa mampu menilai orang lain. Tapi kalau saling mengingatkan dalam kebaikan, harus ya….yang penting menyampaikannya secara bijak.

Dengan traveling kita jadi paham dengan diri sendiri, aku ini sebenarnya seperti apa sih? Kekuatanku di mana, kelemahanku apa? Saat melakukan perjalanan itu kita akan banyak merenungi perjalanan hidup kita, menilai dengan jujur kita ini ada di level mana, sudahkah kita berkembang, sudahkah kita bermanfaat, sudahkah kita membahagiakan orang-orang yang menganggap kita berarti dalam hidupnya? Orang-orang yang kita sayang, yang peduli kebahagiaan hidup kita.

Dengan traveling, kita jadi lebih toleran terhadap orang lain, karena di atas langit ada langit karena di bawah kita pun masih banyak yang hidupnya jauh lebih susah. Pernah dengar ungkapan, orang-orang yang tinggal di luar negeri jadi merasa lebih cinta Indonesia ketika kita tinggal di sana? Itu karena kita belajar dan akhirnya memahami, bahwa keluarga  adalah bagian penting dalam hidup. Tanpa mereka, kebahagiaan kita tak lengkap rasanya. Ketika sedih, ketika kesepian, ketika kebingungan, kita akan ingat wajah ibu yang meskipun kadang berlebihan ketika bicara, kita sadar ia lakukan itu karena mengkhawatirkan anaknya. Buat seorang ibu, usia berapapun kita mereka tetap akan memandangnya sebagai seorang anak yang harus dijaga dan dilindunginya. Ketika melihat pemandangan bagus, ketika makan enak, ketika mendapat pengalaman menyenangkan, akan selalu terbayang wajah orang-orang tercinta. “ wish you all were here with me…cause all of you are important for me.”

Dulu juga mikir, apa mungkin mimpi ke Paris bakal terwujud? Tapi ada keyakinan dalam hati kecilku kalau mimpi keliling Eropa, terutama ke paris itu bakal segera terwujufd. Caranya gimana? Entahlah aku pun tak tahu, tapi aku menyakininya itu akan terwujud. Aku memang suka sekali belajar. Seperti gairah hidup jadi meletup-letup. Beberapa kali apply beasiswa master ke Eropa selalu mentok hehe… Ikut lomba karya tulis yang memungkinkanku (jika menang) menginjakkan kaki ke negara yang membuat Marie Antoinette dipenggal kepalanya itu pun tak pernah terwujud. Kalah terus, tapi aku tak putus asa. Harapan untuk ke Paris itu masih besar. Dan seperti Tuhan telah bersabda, “Mintalah..niscaya akan kukabulkan.” Begitupun quote Paulo Coelho, (penulis best seller yang tak mengira hidupnya berubah drastic dari seorang mantan pasien rumah sakit jiwa yang pernah ingin bunuh diri ini) aku ingat baik-baik,” Bermimpilah, dan biarkan semesta alam berkonspirasi memwujudkannya.” Aku percaya itu benar adanya. Jika kita punya mimpi, dan berpikir positif tentang hal tersebut, niscaya ada peristiwa-oeristiwa yang akan membantu mimpimu terwujud.

Photo by Shita R
Photo by Shita R

Dan saat yang kutunggu itu tiba! Kesempatan tak cuma menginjakkan kaki ke Paris dalam waktu sehari seperti yang kuimpikan selama ini, tapi satu bulan, melewati lima Negara Eropa sekaligus. Belanda, Belgia, Perancis, Swiss dan Italy dalam waktu sebulan. Memang tidak semua berisi peristiwa indah dan bahagia, selalu ada sisi peristiwa yang membuat galau dan sedih, tapi buatku itupun layak untuk disimpan baik-baik sebagai kenangan dan pelajaran.

Bisa dilihat di fotoku ini, mimpi itu sudah kubangun dari  beberapa tahun yang lalu. Jadi jika kamu punya mimpi, tentang apapun itu, jangan menyerah duluan dan memikirkannya sebagai kemustahilan. Artinya kita kalah sebelum berperang.

berbagai peristiwa yang memang menurutku menuntunku ke paris
berbagai peristiwa yang memang menurutku menuntunku ke Paris

Keterangan gambar :

  1. Posting status di FB 15 Maret 2011,  foto Eiffel, karena sudah berencana pergi ke Paris, tapi gagal karena suatu hal hehe..tapi ga boleh putus asa dong. Tetap berharap.
  2. Tiap ada orang posting foto di Eiffel pasti saya like, juga kalau ada teman yang ke Paris, pesen suvenir kecil biar ga merepotkan, tapi bertema Paris. Ada miniatur Eiffel yang besar, oleh-oleh dari murid, yang tahu banget sama mimpinya ke Paris hehe
  3. Januari 2016, beli kaus panjang yang gambarnya juga menara Eiffel dipakai saat ke Medan
  4. Juni 2016, mengantarkan murid-muridku nonton film di Institute Francais Indonesia (IFI) Jl Thamrin, dan lihat picture wall Eiffel di halamannya langsung minta difotoin dan posting di instagram, dan waktu itu belum tahu kalau 1 September 2016 aku akan ke Paris.

Buat beberapa orang yang sudah biasa wira wiri ke Eropa mungkin postingan ini berasa norak hehe. tapi aku ingin menyemangati orang-orang sepertiku, yang kalau dihitung secara matematika susah terwujud.

Jadi,..selagi kamu punya harapan baik tentang apapun, peliharalah..siapa tahu terwujud. Teruslah berharap, berdoa dan berusaha. Selamat berpetualang!

 

Continue Reading

Stay With Me in Jakarta!

 photo idcorner19_zpso9jao3z9.jpg

Ting..!
Smartphone berdenting kecil, sebuah icon surat tampil di sudut kecil atas.
Kubuka, dari alamat email yang tak kukenal.
Susahnya mencarimu. Kutanya semua teman satu persatu taka da yang tahu.
Masih ingat janji masa kecil 20 tahun yang lalu, untuk bertemu di malam dan tempat yang satu itu? 
Luangkan satu harimu.
Jemput aku di Gambir pukul sebelas hari Sabtu. Aku yakin akan mengenalimu saat kita bertemu.
Best regard,
Uknowho

 

Cess,… tak mungkin itu dia. Yang sudah 20 tahun menghilang tanpa berita, dan kini tiba-tiba muncul mengajak bertemu. Kita bukan bocah lagi, yang bermain layang-layang dan main gundu. Bukan lagi dua bocah lugu yang punya mimpi menguasai dunia, dalam khayalan tingkat tinggi tanpa ragu. Tapi ini dia! Yang kadang kupertanyakan dalam ingatan, masihkah ia mengingatku? Dan aku hanya harus menemuinya di Gambir hari sabtu nanti, pukul tujuh. Ah.. apa salahnya bertemu? Dia Cuma minta satu hari. Mungkin ini saatnya menjawab semua pertanyaan yang menggantung tentangnya, yang terlewati puluhan waktu.

Gambir pukul 11.00 WIB

Kereta itu berhenti tepat waktu. Membiarkan para penumpangnya berhamburan seperti laron di musim hujan berburu cahaya lampu. Aku mematung, tapi mataku sibuk mencari. Tak tahu siapa yang dituju hingga sebuah tepukan ringan di bahu mengejutkanku.

“Hai…!” suara baritone terdengar dari belakang punggung. Tak mengenalinya lagi. Tapi aku membalik dan terpana. Badannya yang kurus kering hitam dan rambut merah terbakar matahari itu sudah tak bersisa. Aku harus mendongak, karena tinggi tubuh yang jauh beda. Ia tersenyum, aku tersenyum. Cair sudah semua kekakuan. Seperti dulu, senyum jahilnya masih tersisa.

“Aku akan ikut kemanapun kau membawaku…!”

“Ah,… bagus. Kita keliling Jakarta kalau begitu. Naik bus tingkat gratis ya…. Ayo!”

Continue Reading

Di Volendam Yang Menawan, Kangen Terpaksa Kupendam

Volendam yang cantik, kangen terpaksa kupendam
Volendam yang cantik, kangen terpaksa kupendam

Belanda memang Negara yang sangat bersih, rapi, teratur, aman dan masyarakatnya ramah-ramah. Satu hal penting lagi, banyak yang bisa berbahasa Inggris, jadi komunikasi dengan penduduk setempat lebih lancar. Sempat kuatir dan galau melakukan perjalanan sendiri ke Eropa tapi Alhamdulillah semua lancar jaya sukses, karena sekali lagi, itinerary dan persiapan matang akan meringankan nervous. Sendiri, perempuan, jauh lagi. Apalagi ada bayangan isu SARA klu orang Eropa lagi alergi Islam dan perempuan berjilbab. Untunglah, uluran tangan Tuhan yang bantu dan melindungi selama perjalanan yang bikin saya makin sadar, that God loves me so much. Jadi,… ga boleh complain, ngeluh wae dalam hidup eneng…!

Continue Reading

SUPAYA VISA SCHENGEN KITA LOLOS

 

Mimpi ke Eropa telah menemukan jalannya. Yeay! Saatnya menyiapkan Visa Schengen yang terkenal angot-angotan itu. Berikut negara-negara Eropa yang bisa mengguakan visa Schengen ; Belgia, Perancis, Jerman, Luksemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, Italia, Austria, Yunani, Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, Polandia, Cheko, Slovakia, Slovenia, Lithuania, Estonia, Hungaria, Malta dan Swiss.

Nah apa sih yang harus disiapkan untuk mendapatkan visa Schengen? Ingat ya,…di sini kondisi passport sudah punya. Kalau belum silahkan baca postingan saya sebelumnya di sini. Eng ing Eng..kembali ke laptop. Berikut hal-hal yang harus disiapkan untuk mendapatkan visa Schengen.

1.Negara mana saja yang akan dituju? Jika masuk pertama kali di Belanda misalnya, maka ajukan aplikasi ke Belanda. Tapi ingat, Belanda akan menghitung waktu tinggal di semua negara. Jika memang waktu tinggal terbanyak di Belanda maka aplikasi diterima. Atau jika tiket penerbanganmu Jakarta-Amsterdam pp, masih bisa dimaklumi. Belanda dan Perancis termasuk favorit untuk aplikasi visa Schengen karena lebih banyak prosentase berhasilnya dibanding gagalnya. Bandingkan Italy, yang dikenal membuat banyak orang harus kirim aplikasi dua kali (kecuali jika anda punya undangan resmi/promotor lembaga pemerintah) dan susaaaah buat dapat jadwal aplikasi yang kosong selama peak season(July-September). Jerman pun sangat pelit dan galak memberi visa. Mereka mungkin trauma dengan banyaknya imigran yang harus diurus. Jadi lebih hati-hati. Sabaaar…siasati dengan memasukkan waktu kunjungan ke Jerman di tengah hehe…

Continue Reading

Theragran M, Teman Perjalanan Menjelajah Benua Eropa

photo by Shita Rahutomo
photo by Shita Rahutomo

Dari SD aku sudah bercita-cita menjelajahi benua biru, Eropa. Dongeng HC Andersen yang dibuat dalam bentuk film kartun di televise banyak menggambarkan keindahan Eropa seperti kisah Ariel (ga pakai Tatum) putri duyung yang menjelma jadi manusia dengan menukar suara merdunya agar bisa bertemu pangeran impiannya. Meski berakhir sedih, tapi aku tak bosan melihatnya, dengan latar kota penuh bangunan tua dan kastil-kastil cantiknya.

Continue Reading

Begini Caranya Mendapatkan Visa Schengen

amsterdam, melancong sendiri
amsterdam, melancong sendiri

Anda ingin mengadakan perjalanan ke Eropa? Menikmati sunset di depan menara Eiffel? Atau mengelilingi Trocadero sambil bergenggaman tangan dengan orang yang anda sayangi? Atau ingin melihat kincir angina di Volendam sambil menikmati indahnya wilayah pedesaan di Volendam yang dinobatkan UNESCO sebagai salah satu world”s heritage?
Atau menikmati berbagai koleksi Rijks Museum, yang takkan habis anda kelilingi dalam sehai saking besarnya musem dan banyaknya koleksi yang dimiliki. Atau ingin menikmati indahnya alam pedesaan Italia seperti yang digambarkan novel “Sunset in Tuscany” yang legendaris itu?
Semua bisa… tergantung besarnya dana yang anda miliki. Dan tentu saja persiapan perjalanan yang matang. Menentukan itinerary secara rinci dan berurutan akan sangat membantu kelancaran perjalanan anda.
Lupakan biro perjalanan jika anda punya jiwa petualang. Dengan memakai biro perjalanan, anda harus membayar lebih mahal dan percayalah perjalanan yang anda buat sendiri akan lebih memuaskan. Pergi sendiri hayu…k! Pergi berdua,… dengan pasangan? Atau sekeluarga seru-seruan bersama anak-anak? Jelas ini impian semua orang meski tak semua orang beruntung bisa melaksanakannnya.
Apa saja sih yang harus dipersiapakan sebelum mengajukan visa ke Uni Eropa?
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia bukanlah Negara yang dipermudah dalam mendapatkan visa Schengen seperti Negara tetangga kita Malaysia atau Singapura. Karena banyaknya kasus terorisme, Negara Indonesia termasuk yang “diperhatikan” dalam mendapatkan visa Schengen ini.
Empat senjata andalan yang bisa anda persiapkan jauh-jauh hari sebelum mengurus visa adalah …
1. Pasport
Buatlah paspor jauh-jauh hari atau jika anda telah punya paspor maka perhatikan masa validnya. Minimal 6 bulan sebelum paspor berakhir masih bisa digunakan untuk mengajukan visa Schengen. Pengalaman banyak orang, jika visa anda sudah pernah dicap di banyak negara, apalagi Amerika Serikat (yang terkenal labil dalam memberikan visa) biasanya akan menjadi pertimbangan bagi negara yang anda ajukan visa Schengen untuk mengabulkan keinginan anda mengunjungi negara mereka. Pastikan nama di paspor sama dengan nama di KTP dan akta lahir anda. Jika tidak bisa bermasalah. Jadi lebih baik anda kalibrasi dulu nama anda sesaui dengan ketiga dokumen identitas yang saya sebutkan. Begitupun dengan alamat paspor anda harus sama dengan nama di KTP dan Kartu Keluarga. Jika tidak sama? Ya…anda harus perbaiki dulu. Ingat ini perjalanan ke Eropa. Bukan ke Papua yang masih wilayah Indonesia (stop berpikir yang bukan-bukan, saya tidak bermaksud mendeskreditkan daerah manapun. Cuma sebuah perumpamaan). Jangan sampai terlibat masalah dokumen di Negara Uni Eropa yang terkenal strict ini.

Anda belum punya paspor?
Segeralah buat paspor. Caranya? Jika anda tinggal di Jakarta ada 5 kantor imigrasi yang siap membuat paspor atau memperpanjang paspor anda. Jika anda tinggal di wilayah Jakarta Selatan, Kantor Imigrasi ada di Warung Buncit Jakarta Selatan. Dan ini imigrasi kelasI, jadi lebih tinggi nilai akurasinya daripada yang di daerah. Kata petugasnya sih…

Apakah kantor imigrasi yang dimaksud harus sesuai alamat KTP yang mengajukan passport?
Jangan kuatir,..semua kantor imigrasi bisa memproses pengajuan passport anda dari daerah manapun. Yang penting syaratnya lengkap. Syarat pengajuan passport ada di sini.
Anda bisa datang langsung ke kantor imigrasi atau mengajukan via online. Tapi dari pengalaman saya sih, via online kadang bermasalah, harus mengulang-ngulang berkali-kali baru tembus, jadi saya memilih pakai cara manual.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat paspor?
Butuh dua hari kerja untuk memproses passport anda. Hari pertama anda mendaftar dulu. Disediakan formulir yang harus anda isi dan membeli amplop serta materei di kantor imigrasi. Pengaju online akan dibedakan antriannya dengan yang manual. Tentu saja yang online lebih cepat. Perlu diingat, datanglah pagi-pagi! Jam 5.30 pastikan sudah sampai dan anda mengambil tiket antrian. Karena kantor imigrasi membatasi jumlah pengaju paspor setiap harinya. Anda kesiangan dipastikan tak dapat antrian. Kadang bukan hanya satu orang mengambil satu nomer antrian melainkan beberapa nomer sekaligus, bisa jadi ia dari agen perjalanan atau orang yang memang profesinya membantu membuatkan passport. Begitu anda antri untuk menyerahkan dokumen, petugas akan memeriksanya dan memberi info apa yang harus diperbaiki atau ditambahkan. Juga memberikan nomer rekening bank BNI untuk membayar biaya paspor. Bank BNI yang dimaksud tak jauh dari kantor imigrasi, hanya berseberangan jalan, satu lokasi dengan toko bakery Seven Grain. Langsung ke lantai 2 dan form pembayaran telah tersedia. Setelah itu anda bisa pulang dan besok datang lagi setelah dokumen sudah dimaksukkan dalam bank data dan anda tinggal menunggu foto passport dibuat. Oh ya, kalau anda termasuk orang yang stylish, dandanlah terlebih dahulu dan bagus juga kalau pakai alas bedak yang bagus untuk mendapattkan foto paspor yang terkesan terang dan cantik hehe… dan anda boleh minta foto diulang lalu pilih yang terbaik dari pose anda. Ingat…tanpa senyum.
Nanti anda akan diberitahu kapan paspor bisa diambil dan anda harus membawa bukti pembayaran saat pengambilan paspor.

2. Rekening Tabungan Yang Menyakinkan
Buat pengajuan paspor Schengen, kondisi keuangan anda harus terlihat menyakinkan. Untuk perjalanan seminggu atau dua minggu, Rp 30 juta sudah cukup menyakinkan. Jika hingga sebulan anda harus siapkan minimal Rp 50 juta yang harus standbye dalam rekening. Dan jumlah uang tersebut tak boleh tiba-tiba ada. Harus menjadi saldo mengendap selama tiga bulan, karena salah satu syarat pengajuan visa Schengen adalah rekening Koran tabungan anda selama 3 bulan terakhir. Pastikan anda beberapa kali melakukan transaksi dalam tiga bulan itu agar tampak lebih menyakinkan menjadi rekening tabungan yang anda pakai setiap hari. Mereka akan mengasumsikan anda menghabiskan Rp 1 juta perhari selama di Uni Eropa. Karena Uni Eropa memang biaya hidupnya mahal. Kita bisa menekan dengan membawa bahan makanan dari Indonesia seperti mie gelasdan cereal tapi tetap dalam keseharian anda minimal akan menghabiskan Rp 500 ribu perhari itu diasumsikan menginap di hostel kisaran rp 300 ribuan, kalau di motel atau hotel biaya yang anda keluarkan akan lebih besar lagi. Oh ya… andalan makanan saya adalah kebab. Terjangkau, pilih yang mencantumkan sertifikat halal untuk rasa aman (buat yang muslim) dan rasanya enak.

Kalau ada lembaga resmi yang menyeponsori keberangkatan anda, yang memberikan jaminan menanggung seluruh biaya hidup selama anda tinggal di Uni Eropa dan menyediakan tiket pesawat pulang pergi maka masalah rekening menjadi bukan masalah besar. Tetapi jika yang menanggung biaya hidup anda selama di Uni Eropa perorangan, entah sebagai pasangan hidup anda atau mungkin kerabat yang tinggal di Uni Eropa maka biasanya prosesnya lebih ribet karena Kedutaan Besar tempat anda mengajukan visa akan mengajukan beberapa syarat seperti meminta rekening koran pihak yang bersangkutan, keterangan domisili, pekerjaan, hubungan dengan anda sebagai pengaju visa. Jika keluarga, biasanya akan dimintakan keterangan seperti kartu keluarga. Tapi jikapun ada pengundang pribadi, masalah rekening pribadi anda akan tetap menjadi bahan acuan untuk lolosnya visa. Karena saat ini issue imigran mnjadi masalah serius bagi Negara-negara Eropa, jadi pengajuan visa menjadi hal yang serius.

Saat ini, sebagian besar Negara Uni Eropa sudah tidak menerima pengajuan aplikasi visa di kedutaan besar mereka, tapi dialihkan ke beberapa lembaga perwakilan seperti VFS yang bertempat di Kuningan City, Jakarta. Untuk lebih lengkapnya lihat di sini.

Durasi dari pengajuan sampai pemberitahuan visa anda diterima biasanya makan waktu 2-3 minggu karena diproses di Kuala Lumpur. Ga tahu juga alasannya apa. Apa Indonesia kurang menyakinkan kejujurannya? Entahlah….

Jika semua dokumen yang anda berikan menyakinkan, sekitar dua minggu tapi jika dokumen anda kurang lengkap anda harus menunggu sekitar 3 minggu. Untuk lebih lengkapnya tentang proses pengajuan visa Schengen silahkan baca link ini.

3. Kartu Kredit
Kartu kredit memegang peranan penting untuk kenyamanan dan kelancaran perjalanan anda selama di Eropa. Untuk membeli tiket pesawat, booking hotel melalui booking.com , hostelworld.com , airbnb dan lain-lain biasanya mereka akan minta kartu kredit anda sebagai jaminan. Seperti Booking.com walaupun sistemnya baru bayar saat anda benar-benar datang tapi mereka meminta jaminan anda punya kartu kredit yang masih berlaku. Maka punyailah kartu kredit, tapi pergunakanlah dengan bijak. Gunakan bertransaksi untuk situs-situs yang menurut anda terpercaya. Kalau bisa milikilah dua kartu kredit. Satu dengan limit minimal sekitar Rp5 jutaan dan anda bisa punya satu lagi untuk pagu kredit yang lebih besar. Untuk tranaksi via internet lebih baik gunakan kartu kredit yang pagu kreditnya kecil, untuk menghindari penyalahgunaan kartu kredit anda. Pagu kredit lebih besar untuk transasksi langsung. Ketika membeli tiket pesawat, kereta lebih praktis memakai kartu kredit. Di Belanda bahkan beli buah, makanan dan kopi pun kebanyakan bayarnya harus pake kartu kredit. Tiket kereta subway di loket otomatis Perancis wajib pakai kartu kredit. Kartu debit tak lazim di Eropa. Bahkan saat akan transfer ke tanah air untuk suatu keperluan, ATM Cuma mau mengeluarkan uang cash, taka da fasilitas transfer. Alamaak…

4. Smartphone
Ini senjata andalan anda selama jalan-jalan di Uni Eropa. Keemanapun anda pergi, Google Map akan memberi petunjuk melalui 3 opsi pilihan, mengendarai mobil, public transport yang dilambangkan kereta, atau jlan kaki. Dia akan memandu anda harus naik trem atau subway nomer berapa, berapa perhentian dan harus jalan kaki berapa lama. Sangat membantu. Tapi kartu sim card perdana buat saya sih cukup mahal. Kalau hanya untuk satu atau dua hari tinggal seperti Belanda, memiliki banyak sekali hot spot gratis sehingga anda tak perlu bayar.

Dan asiknya colokan charger di Belanda lubang dua, persis di Indonesia jadi tak perlu repot pake traveler charger yang berbagai macam lubangnya itu. Kalau Perancis, Swiss dan Itali memakai lubang tiga sejajar, masih bisa masuk sih charger Indonesia, kecuali yang ukuran khusus ya. Baru butuh traveler adapter.

Smartphone akan sangat membantu sebagai penunjuk arah, memandu lokasi wisata mana yang baiknya anda kunjungi, perkiraan waktu menuju lokasi, informasi harga tiket, membeli tiket seperti di Rijks Museum, jika anda membeli tiket via internet akan lebih praktis dan tak perlu antri panjang yang melelahkan. Navigasi Google juga akan membantu anda agar tidak tersesat di jalan. Dengan fasilitas Google Earth anda bisa melihat dulu di smartphone, penampakan sekitar obyeknya seperti apa sih tempat yang akan anda tuju.

Smartphone dengan google translatenya juga akan sangat membantu saat anda ingin berkomunikasi dengan penduduk yang tak bisa berbahasa Inggris untuk menyapa atau bertanya. Di Belanda hampir semua orang bisa berbahasa Inggris dengan baik, dan mereka sangat membantu saat kita menanyakan suatu arah. Tapi di Perancis dan Italia jarang yang bisa bahasa Inggris. Bahkan semua acara televise di Italia wajib diterjemahkan dalam bahasa Italia. Jadi semua tayangan film dari Asia, Amerika dan berbagai belahan dunia manapun, semua pemainnya tiba-tiba fasih berbahasa Italia hehehe..

Sampai jumpa di info selanjutnya tentang apa saja dokumen yang harus disiapkan untuk mengajukan visa Schengen . Ciao……!

Continue Reading

Pengalaman Makan Bersama di Italia

Makanan dan acara makan bersama menempati posisi penting dalam masyarakat Italia. Mereka suka berkumpul bersama untuk melakukan perjamuan. Saling berbincang dan menanyakan kabar adalah hal yang tiap hari mereka lakukan saat bertemu teman, apalagi jika sudah lama tak bersua. Bahan perbincangan sih tentang hal-hal ringan seperti anak si anu sudah mulai besar, atau X cerita kalau baru saja membeli lukisan baru untuk dipajang di rumah atau bercerita tentang perjalanan yang mereka lakukan di masa liburan.

budaya-makan-bersama-di-italy-shita

Continue Reading

Menyusuri Air Terjun Sikulikap, Taman Nasional Leuser dan Wihara Lumbini Dalam Sehari (1)

 

sikulikap-shita-rahutomo

Sebuah undangan berkunjung ke Medan dari seorang teman tiba. Sudah lama sebenarnya bercita-cita ke Medan tapi baru kali inilah bisa kesampaian. Naik Batik Air saat berangkat dan pulang menggunakan Citylink, menghabiskan IDR 1.200.000 untuk tiket pp. Lumayan,…di Batik Air dapat makan yang menurut saya enak kok. Dan asiknya Batik Air punya fitur film dan musik di kursi penumpang. sayangnya tanpa headset. Untuk meminjam headset dikenakan charge IDR 25.000 yaah…kalau menurut saya ya mending ga usah pake headset biar hemat hehe…

Berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma pda pukul 18.15 WIB dan sampai pada pukul 20.00 WIB dijemput sang pengundang. Lumayan juga jarak perjalanan dari Bandara Kualanamu ke rumahnya di Citra Grand Medan sekitar satu jam lebih. Naik taxi kami menghabiskan IDR 150.000 an. Yaa,..lumayan lah sama seperti naik taxy dari Kuningan ke Cengkareng, segitu juga.

Continue Reading

Menyusuri Air Terjun Sikulikap, Taman Nasional Leuser dan Wihara Lumbini Dalam Sehari (2)

 photo IMG20160116151018_zpsyavqvuo6.jpg

Setelah kenyang ngopi dan ngemil di Sikulikap, kami menunggu angkutan Sutra (Sumatra Utara) lewat. Kebanyakan penuh bawa penumpang dari bawah. Berapa pemuda bahkan memilih duduk di atas atap mobil. Buat saya sih ngeri lihatnya sperti tak sayang nyawa saja. Mungkin karena anak muda jadi mereka tak punya banyak tanggungan beda sama emak-emak hehe kalau pergi langsung mikir “kalau ada apa-apa anakku gimana ya?” Tapi pergi sih tetap pergi karena jiwanya memang petualang tapi anak itu jadi rem buat kita hati-hati bertindak.

Tak berapa lama, Sutra yang tak terlalu penuh melintas, kulambaikan tangan Sutra berhenti di depan mata. Saya terselip di depan samping sopir berdesakan dengan ibu-ibu yang membawa dua anak kecil sementara teman duduk di belakang. Mobil melaju cukup kencang berkelak-kelok mengikuti jalanan yang sebelah kirinya penuh pohon-pohon besar rindang bagian dari Taman Nasional Bukit Leuser. Kabut mengambang di antara pepohonan. Udara segar dan terasa dingin, terlihat magis, saya jadi ingat film yang ceritanya absurd tapi pemainnya necis ganteng, si mamas Lara Flynn Boyle di film “The Peak” . Scoring musiknya itu loh unforgettable banget.
Lamunan buyar karena tiba-tiba suara berisik memekak telinga menusuk tanpa permisi. Pak Sopir menyalakan radio dan ikut berdendang dangdut dari radio yang menggema kencang. Ah sudahlah,..nikmati saja. Mo protes gimana wong ini mobil angkutannya. Mau diturunin tengah jalan? Ogaaah… Sepanjang jalan, lapak-lapak jagung bakar, kedai kopi dan indomie berjajar sepanjang jalan. Semoga saja sampahnya dimanange dengan baik ya.

Butuh 20 an menit kami tiba di pertigaan jalan yang kami tuju. Kami hanya membayar Rp 5000,00 perorang sampai di pertigaan jalan berhias gapura dengan buah jeruk raksasa di atasnya untuk menuju Wihara Lumbini. “Cuma 15 meenit kok menuju lokasi. Bisa jalan kaki Cuma sekitar 1 KM an lah…tapi kalau males ya panggil saja ojek atau tunggu angkot yang ke sana tapi agak lama ya adanya bisa setengah jam an.” kata penduduk yang kami tanya. Lah, aripada menunggu jadi patung mending jalan kaki lah. Satu kilo? ..kecillah itu. Let’s go babe!

Si teman agak males jalan, tapi melihat saya bersemangat melangkah sambil memakai kaca mata cengdem ala Rayban kw-kwan, jadilah kami berjalan berdua menyusuri jalan berdua. Sok romantic banget dah. Untuk ga pake acara gendong-gendongan ala drama korea gitu hehe..
Sepanjang jalan lading di kiri kanan jalan menarik mata dan kamera untuk berhenti dan mengabadikannya. Ah salah satu tempat pengembangan penelitian pertanian ada di Brastagi ini dan tempatnya bersih. Senangnya punya kantor di tempat sejuk yang hening begini. Kami terus berjalan. Beberapa pasangan melintas mengendarai motor bergandengan erat seolah mau jatuh. Haduuuh,..anak muda seperti taka da tempat saja buat bermesra-mesraan begitu. Sepertinya tujuan kami sama.

Tapi sudah jalan lebih dari 15 menit kenapa tak ada tanda-tanda keramaian atau pucuk sebuah bangunan dari kejauhan ya? Ketika seorang gadis manis penduduk setempat melintas,saya Tanya dan dia bilang kami keblanjur alias kelewat.”balik lagi Mbak,… nanti di sebelah kiri jalan ada plangnya kecil dari kayu, nah belok saja di situ, ikuti terus jalannya pasti sampai.”
Yah,..terpaksalah balik lagi. Tapi liburan ya gitu, ada adegan ersesatnya segala. Ga asik dong kalau semua sesuai rencana. Akhirnya plang kecil bertulis wihara Lumbini itu terlihat juga. Kecil kaleee…pantesan tak terlihat dari seberang jalan tadi. Kami mengikuti jalan batu itu. Di sisi kiri kanan jalan beberapa kebun buah terhampar. Dua pasang muda-mudi sedang memetik stroberi segar dari ladangnya tinggal ditimbang pada pemilik yang menunggu di pinggir pematang. Ada juga kebun buah apel. Sayang sedang tak buah. Pasti cantik sekali melihat pohon apel berbuah lebat. Beberapa ibu sedang menyiangi ladang agar bebas gulma. Begitupun pohon jeruk. Brastagi terkenal dengan jeruk medannya yang manis dan penuh air. Sebagian dai sinilah jeruk-jeruk itu berasal.

Sekitar sepuluh menitan kemudian sampailah kami ke Wihara Lumbini. Dan Wihara ini melebihi ekspektasi saya. Cantiiik sekali menjelang indah dengan latar langit bitu cerah dan awan putih bergumpal-gumpal. Jadilah saya langsung selfie sementara si teman yang ga hobby foto Cuma geleng-geleng kepala mencoba maklum pada kenarsisan tingkat dewa. “Perjalanan itu untuk disimpan di hati, dipajang dalam kenangan dan diceritakan pada yang bermakna saja dalam hidupku..” begitu katanya pernah bicara. Yo weslah,..saya saja yang jadi banci foto.

http:// photo IMG20160116144921_1_zpsrl6zxlrf.jpg

Wihara berwarna kuning emas ini merupakan tempat ibadah agama Budha yang masih aktif digunakan setiap hari Minggu. Untuk masuk ke wihara ini kita tak dipungut biaya sama sekali. Tapi para pak satpam yang ramah-ramah di pintu masuk meminta kami meninggalkan semua makanan dan bawaaan, kecuali yang berharga untuk ditinggal di pos satpam dan nanti diambil kalau sudah keluar. Okelaah. Dan mengingatkan untuk menempatkan alas kaki di tempat yang disediakan karena dilarang beralas kaki di dalam wihara.

Dalam wihara terasa sejuk dan hening. Empat patung Budha dari batu marmer duduk bersila dan amsing-masing menghadap satu arah mata angina. Sayang taka da guide yang bisakita mintai keterangan di sini. Di dalam kita harus hening, untuk menghormati tempat ibadah ini. Empat menara yang cantik, saya tak tahu namanya berdiri dengan cantik. Bulatan-bulatan kuning yang ditemplkan ternyata berbentuk koin yang berukir patung Budha secara timbul. Mengkilap sekali. Apa mungkin dari emas ya? Entahlah,..tapi memang bersinar kuning emas sih. Indah. Bayangkan jika ini benar-benar terbuat dari emas, wow kayanya kita.

menitipkan doa di pohon willow
menitipkan doa di pohon willow

Keempat pintu wihara sangat tinggi dan besar terbuat dari pohon jati kualitas super dengan urat kayu yang indah dan dipahat dengan cantik. Saya lihat langgam ukirannya dari Jepara. Di depan semua pintu besar itu ada patung Budha berwarna kuning emas (benar-benar mengkilap) dan di sebelahnya terdapat pohon bunga willow berwarna pink yang digantungi beberapa amplop merah untuk uang. Ternyata amplop itu diisi doa lalu digantungkan di ranting-ranting pohon bunga willow agar mimpi dan cita-citanya terwujud. Saya suka sekali melihat interior di dalamnya. Lantainya granit berpola bunga, empat tiang besar berlapis marmer. Beberapa relief dinding dari kayu jati terpahat indah menceritakan Rayana, kisah Hanoman dan perjalanan Sidharta Gautama menjadi Sang Budha.

http:// photo IMG20160116144830_1_zpsd6w2avfq.jpg

Puas berkeliling, kami keluar. Terdapat taman yang mengelilingi bangunan Wihara yang merupakan replica dari Wihara ….di Burma. Semakin siang pengunjung semakin ramai.
Matahari terik di atas kepala, tak lagi asik untuk berjalan kaki. Untung ada angkot ngetem. Dalam perjalanan pulang, perut mulai keroncongan. Angkot berjalan pelan melewati depan kebun cabai setan yang lebat sekali buahnya, siap panen. Beberapa sudah mulai berwarna merah menyala. Terbayang pedasnya.

Sampai di pertigaan jalan sebelumnya, kami berhenti mencari warung. Beberapa warung yang kami datangi dengan jujur mengatakan makanan mereka bercampur juga dengan lauk daging babi, karena melihat tampilan saya yang berjilbab. Seorang pemilik warung terakhir malah memberi petunjuk, “Ke depan saja bu, yang di depan jalan besar. Itu warung yang punya muslim, orang Jawa namanya Pak X (Saya lupa namanya). Lihatlah kami, orang Indonesia itu saling menghargai dan toleransi. Mereka yang mengaku terpelajar dan sering perang keyakinan di media social harusnya malu dengan para rakyat kecil yang berbesar hati menerima perbedaan dan hidup dengan damai.
Sampai di warung yang dituju, segala macam makanan terhidang di meja tinggal pilih. Makanan khas Medan. Saya memilih arsik ikan mas dan sayur gulai daun singkong bertabur cabai utuh. Makan dengan lahap sampai nambah nasi setengah porsi. Si bapak pemilik warung melayani kami dengan ramah. Kami ngobrol cukup lama di warung beliau sambil menunggu nasi turun dari kerongkongan. Puas sekali makan siang kali ini.

Kami hanya sebentar di Pasar Brastagi. Berbagai macam buah dijajakan dalam partai besar dan eceran. Manggis, jeruk, dan markisa berjejalan dengan manis di dalam karung.Tak terasa sore menjelang. Lama menunggu Sutra yang tak datang-datang, sebuah Avanza menghampiri menawarkan tumpangan. Tentu saja kami harus bayar. Setiap orang 15 ribu. Taka pa yang penting sampai Medan sebelum gelap karena saya masih ngeri dengan rute Brastagi Medan yang berkelok-kelok tajam. Eh beneran. Sopir Avanza ngebut tak kepalang. Dua penumpang omprengan yang lain dari tadi “misuh-misuh” menyuruh pelan-pelan. Kepala saya berputar dan keringat dingin mulai bermunculan karena tikungan-tikungan tajam dilalap sopir dengan kasar. Perut yang masih kenyang berasa diaduk-aduk. Kalau sudah begini pasrah sajalah. Jika kita tegang, tidak rileks akan semakin menyiksa. Ikuti saja alurnya goyangan mobil sambil merem. Jurus yang sama kalau saya terpaksa naik roller coaster hehe…

Continue Reading