Tua,…Lu!

menghadiahi diri sendiri di usia cantik jalan-jalan keliling Eropa

Kalimat itu diucapkannya keras-keras dalam intonasi yang sangat mantap dan bergaung di seluruh ruangan kantor. Seluruh mata menatap kami. Mungkin menungguku bereaksi. Atau lebih tepatnya menunggu kami berdua bereaksi setelah kata-kata yang menurut saya sangat kasar tapi mungkin menurutnya sewajar bilang, Mbak, boleh pinjem pulpen?

Ia tertawa tanpa merasa bersalah setelah mengucapkan kalimat itu. Aku heran,..apakah mengata-ngatai orang yang lebih tua darinya dengan kata itu termasuk sopan atau biasa saja? Walau secara harafiah,…aku mungkin salah satu yang lebih senior dari segi usia dan lama kerja dibanding lainnya yang rata-rata masih berkepala 2+ di kantor ini.

Ia mengatakan kalimat itu setelah melihat betapa antusiasnya aku bercerita pada teman sebelah setelah habis mendaki gunung bersama anak-anakku. Minggu sebelumnya ikut camping ke pegunungan, Beberapa minggu sebelumnya jalan sendiri ke luar kota, atau kumpul dengan teman-temanku buat acara hang out bersama. Mungkin aku di mata temanku yang satu ini sudah bukan waktunya untuk masih bersenang-senang menikmati hidup. Mungkin maksudnya hanya menggoda,  tapi jujur rasanya sakit diomongin kasar begitu.

Lalu apa yang salah jika kita menua? Itu hukum alam yang pasti. Apakah tua sebuah hal yang tabu? Apakah menjadi tua membuat kita tak boleh melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, yang menyatakan ekspresi diri, masih tampil modis, masih suka dandan dan mencoba hal-hal baru? Apa yang salah dari itu? Toh aku membiayai sendiri semua kegiatanku dengan kemampuanku sendiri. Tak merugikan orang lain.

Di Indonesia, dan negara Asia pada umumnya, saat perempuan mulai memasuki kepala 3 kita sudah dikategorikan tua. Duh..duh… padahal lihatlah di Amerika atau negara maju di Eropa sana, meski berumur tiga puluhan kita-kita masih sering dipanggil “girl’… bukan lady. Apalagi muka dan wajah Asia yang mungil-mungil kadang membuat kita terdiskon beberapa tahun dari umur sebenarnya. Dan di Eropa, teman-teman di usia cantik tak canggung untuk tampil maksimal. Bermake-up cantik, memakai pakaian yang modis, masih bersepatu kets, melakukan kegiatan-kegiatan yang merangsang adrenalin, menyenangkan sekali melihatnya.

Apa yang salah dengan bertambahnya usia?

Tak ada yang memalukan dengan bertambahnya usia, menjadi semakin tua. Lalu kenapa hal itu sering menjadi bahan bully-an di Indonesia? Entahlah… mungkin karena sebagian yang muda-muda ini begitu pedenya dengan angkanya yang baru kepala dua, atau mungkin kurang piknik, atau kurang wawasan, kurang pergaulan internasional, atau kurang didikan bagaimana seharusnya berlaku sesuai norma yang patut pada orang lain?

Usia muda memang menyenangkan. Seperti Bang Rhoma bilang, darah muda,..darahnya para remaja. Tenaga masih maksimal, kesehatan prima, kesibukan sedikit, tanggung jawab belum ada kecuali pada diri sendiri. Bisa pergi kemanapun. Hati senang walaupun tak punya uang kata Koes Plus. Eh itu kan lagu bujangan ya? Yah,..muda kan berkaitan erat dengan status bujangan.

Menjadi tua,..mengapa harus takut? Diskriminasi usia itu memang ada dan nyata. Apalagi di negara-negara Asia. Mungkin di negara maju, kita bisa mulai kuliah di usia berapapun, tanpa batasan beda dengan di Indonesia. Pernah menonton film tentang seorang dokter yang diperankan mendiang Robin William berjudul Patch Adam? Dokter ini menggunakan tawa dan unsur komedi sebagai salah satu terapi penyembuhan. Ia bahkan baru mulai masuk Fakultas  Kedokteran di usia lebih dari 40 tahun! Tapi pengalaman hidup yang panjang, membuatnya jadi manusia bijak akhirnya mengantarkannya menjadi dokter berdedikasi yang dicintai para pasiennya dan disegani rekan sejawatnya.

Diskriminasi usia juga berlaku ketika mencari pekerjaan, ketika mau apply beasiswa (curcoooll..hehe..) ketika ada kesempatan kegiatan ini itu, atau lomba-lomba sekalipun kadang memang ada diskriminasi usia. Bahkan saat memilih pasangan! Banyak orang diam dan merasa wajar saja seorang lelaki menikahi perempuan berusia puluhan tahun lebih muda darinya. Coba kalau perempuan menikahi lelaki lebih muda 5 tahun saja darinya…berapa banyak orang (terutama sesama perempuan), yang tak ada hbungan teman dan keluarga dengan keduanya mengeluarkkan kata-kata merendahkan pada si wanita di medsos. Tak percaya? Lihat saja instagram para artis perempuan yang menjalin hubungan dengan lelaki yang jauh lebih muda pasti banyak yang tak rela. Malah justru perempuan yang lebih sadis berkomentar pada sesama perempuan daripada lawan jenisnya. Kok bisa ya? Entahlah. Ok,..diskriminasi usia itu ada dan banyak, terutama di Indonesia tapi apa aku harus menggerutu? Ah tak perlu. Nikmati saja hidup tanpa banyak bicara kasar yang menyakitkan orang.

Jadi merasa tersanjung juga waktu L’oreal Revitalift bilang perempuan usia 35-45 tahun itu masuk kategori usia cantik bukan usia tua. Ceileeeh… benarkah?

Tapi kurasa L’oreal benar. Kenapa?

Karena di usia itu perempuan, sudah belajar banyak tentang kehidupan dari pengalaman hidupnya sendiri maupun belajar dari pengalaman  orang lain. Di usia cantik ini,biasanya secara karier kita sudah lebih bagus posisinya, anak-anak sudah mulai besar, sehingga waktu dan tenaga tak lagi habis mengurus si kecil  tapi sudah bisa lebih santai menjalani hidup, punya uang yang jumlahnya lumayan, punya posisi di masyarakat,  badan kita masih sehat, bentuk tubuh masih enak dilihat meskipun,..ya,..namanya hukum alam, wajah mulai menampakkan kerutannya. Kulit wajah tak lagi mulus kencang seperti usia 20-an dulu. Tapi tak perlu ngeluh terus dong. Usaha…usaha…Lalu aku harus bagaimana?

Jadi,… ketika temanku yang lebih muda dan sangat bangga dengan kemudaannya di atas,  mengatakan kata-kata kasar membully, aku evaluasi diri. Aku bercermin di depan kaca, dan melihat kerut halus yang mulai menghiasi wajah terutama seputar mata. Jadi kuputuskan mulai malam itu aku gunakan L’oreal Revitalif dermalift secara teratur setiap malam agar kecantikan yang matang ini tetap terpelihara.

Kuncinya cuma satu! Disiplin merawat wajah dan memiliki gaya hidup yang sehat. Kita tinggal pakai cream Revitalift Dermalift Night dari L’oreal setiap malam menjelang tidur, agar selama masa istirahat, tubuh kita melakukan proses detoksifikasi terhadap zat-zat tak berguna dan melakukan proses regenerasi sel, saat yang tepat untuk menggunakan serum Loreal agar lebih efektif penyerapan zat-zat gizinya. Sedangkan di siang hari agar terlindung dari paparan sinar matahari, guakan Revitalift Dermalift Day.

Kenapa aku memilih L’oreal Paris Revitalift Dermalift dibanding produk kecantikan dari produsen kosmetik lain? Itu karena aku percaya, kalau L’oreal dengan pengalamannya selama puluhan tahun di bidang perawatan kecantikan terkemuka mampu memberikan hasil terbaik untuk kulitku. Apalagi slogannya sudah bilang, “Karena kita (perempuan) begitu berharga.” Lihatlah baru beberapa hari menggunakannya, bercak-bercak di kulit wajahku mulai memudar banyak. Karena L’oreal Paris Revitalift Dermalift mengandung formula Baru Dermalift yang berperforma tinggi ketika dikombinasikan dengan Pro Retinol A memiliki aksi intensif untuk merawat kekencangan kulit & anti-kerut secara efektif, dan memberikan perlindungan terhadap UVA & UVB untuk mencegah penuaan dini. Teksturnya lembut dan ringan meresap dengan cepat ke dalam kulit.

Jadi,..jangan takut untuk bertambah usia. Karena cantik tidak hanya diukur dari seberapa belianya seorang perempuan tapi dari isi kepala dan kepribadiannya. Kecantikan lahiriah hanya akan menyisakan pesona fisik yang semakin lama akan semakin memudar jika isi kepalanya tak ikut cantik juga. Tapi isi kepala dan kepribadian yang cantik akan membuat seorang perempuan makin berkharisma di usia matang. Cantik yang berkarakter. Jiah,…dengarnya saja keren kan? Apalagi kalau dipraktekkan!

Ilmu, pengalaman hidup, kemampuan memanage diri dan emosi, kematangan jiwa, wawasan yang luas akan membuat perempuan usia cantik itu justru makin menarik. Loh..kok bisa? Ya lah… kan lebih percaya diri dan tahu apa yang ia mau dalam hidup itu menjadi magnet daya tarik.

 

Aku termasuk orang yang optimis menatap hidup dan belajar untuk selalu berpikir positif. Jika ada ungkapan terlambat melakukan suatu hal yang kita inginkan karena alasan usia, aku memilih menolak ungkapan bodoh seperti ini. Kolonel Sanders, Bapak ayam goreng paling terkenal sedunia itu jadi milyader di usia 88 tahun! Ia menolak gagal dan berhenti berusaha dari apa yang diyakininya benar. Hidup memang tak boleh setengah-setengah menjalaninya bukan?

Maka ketika aku akan berulang tahun di usia cantik di bulan September kemarin, jauh-jauh hari aku berdialog dengan diri sendiri, apa yang harus kuperbaiki dari hidup, apa yang harus kuprioritaskan sekarang, dan apa hal yang paling ingin aku lakukan.

di usia cantik, kita sudah tahu yang kita mau dalam hidup

Setelah proses merenung yang panjang itu, akhirnya aku mantap memutuskan keluar dari pekerjaan lamaku. Meskipun aku cinta mengajar dan cinta murid-muridku tapi aku juga tak melihat kemungkinan aku bisa berkembang lebih besar lagi di sana. Akuariumku sudah sesak dengan mimpi-mimpi yang tak terealisasi. Maka mantap, aku mengundurkan diri dan memutuskan menghadiahi diri sendiri keliling Eropa seorang diri. Mimpi besarku selama bertahun-tahun akhirnya terwujud juga.  Ya,..jangan takut menjadi perempuan di #usiacantik karena kita begitu berharga!

Tulisan ini disertakan dalam “Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.”

Baca juga yang ini....

4 Comments

  1. Justru perempuan #usiacantik itu lagi mateng2nya hahahha.. Kl dibilang tua karena umur aku dah 39, ya biarin aja.. toh yg ngejekin juga akan menua, yg penting tua dgn elegan *aiiih* dan memaknai setiap pertambahan umur dengan bijak plus perawatan kkulit wajah yg tepat 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *