Resensi Bagian Pertama 3 Novel

novel elysium

Saatnya mengerjakan peer di hari ke 4 (bacanya ala Doraemon bacain judul film)

Oke, aku bersemangat sekali mengerjakan peer ini, berasa jadi anak sekolah lagi. Jadi bener kata Renee Soehardono, kalau kamu memgerjakan sesuatu karena passion kamu di situ ya udah jadinya menggebu-gebu kayak gini. Tapi sayangnya ada keterbatasan waktu. Pengennya kasih hasil yang terbaik apalah daya…ga bisa ke toko buku karena kemarin hujan badai melanda susah ke toko bukunya. Akhirnya bongkar-bongkar koleksi sendiri yang sudah banyak dipack dan memilih tiga novel dari genre berbeda untuk dibahas.

Yang tersisa di rak buku tak banyak ternyata (pada pinjem ga balik, sebagian dudah disumbangkan) padahal pinginnya bahas satu triller novelnya Stephen King Carrie yang difilmkan dengan artis Chloe Grace Moretz, satu romans yang aku suka  dari Tere Liye Daun Jatuh Tak Pernah Menyalahkan Angin (judulnya aja puitis gitu kan), satu yang lucu ala Raditya Dika gitu. Tapi aku tak menemukannya yah akhirnya dapat tiga buku yang memiliki pembukaan yang menarik. Cekidot di bawah ….!!

elyx1

Petir ( Dewi Lestari)

Genre : science Fiction, alur campuran maju mundur.

Trilogy Supernova, Dewi Lestari,280 halaman, Bentang Pustaka, 2012, best seller juga.

Petir merupakan novel tetralogy Dewi Lestari sejak Supernova Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, Akar, Petir, disambung Partikel dan Intelegensi Embun Pagi.

Aku suka novel Dee karena ia menumbuhkan imajinasi para pembaca, kelihatan kalau penulis ini banyak membaca dan punya pengetahuan yang luas tentang berbagai hal sehingga karyanya membuat kita sebagai pembaca mendapat sesuatu yang baru.  Bisa belajar hal yang asing kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyisipkan puisi di awal novel (mungkin untuk seseorang yang sangat dicintai), karena kalau dilihat dari isi puisi itu terjadi pergulatan batin antara keinginan bertahan dalam satu hubungan karena orang itu sangat berarti dalam hidupnya tapi ada hal-hal yang tak bisa mereka satukan yang akhirnya membuatnya seseorang ini pergi darinya. Padahal ia ingin bersamanya hingga akhir.

..Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi

Bersiap diri untuk selamanya lelap

Andai kau sadar arti pelitamu

Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu…..

Setelah ini Dee memulainya dengan Bab I.  Dee memakai resep yang sama dengan Shidney Sheldon di If Tomorrow Comes , yaitu menerbitkan rasa curiosity pembacanya. Cerita dimulai ketika Dimas si tokoh kebingungan mencari hadiah ulang tahun untuk kekasihnya. Di awal sempat berpikir kalau seseorang yang dimaksud Dimas adalah perempuan meskipun tak suka bunga tapi suka bunga bank. Tipikal cewe kan?  Hingga ke bagian pisau Swiss aku baru ‘ngeh” kalau ini jenis cinta terlarang. (Please simpan komen itu kan dosa….kita bahas isi buku ya..)

Pisau. Kekasihnya berpendapat kalau pisau Swiss termasuk salah satu temuan paling jenius sepanjang peradaban manusia dan sudah punya sedikitnya dua belas.

Ini clue-nya. Seorang cewe backpacker super macam Trinity sekalipun paling punya satu bukan 12.

Bab satu ini juga langsung menggambarkan karakter tokoh Dimas yang hidupnya mapan, menyukai rutinitas yang sama, pecinta buku, gay pastinya (maaf ya agak risih sebenarnya nulis ini..tapi kenyataannya begitu) setia pada pasangannya, nerimo tapi juga ngambekan ala perempuan. Bab I ini juga berfungsi sebagai penaut kisah Diva Anastasia, tokoh misteri  di novel Dee yang sebelumnya. Karena fungsi Dimas dan Ruben sampai buku ke tiga ini (saya belum baca 2 buku setelahnya) lebih sebagai penyambung, narrator sebuah cerita panjang, bukan tokoh utama di dalam novel.  Penggalan kalimat yang kusuka sih ini …akan lebih mudah bagi mereka jika punya cincin emas tanda pengikat, yang merangkap fungsi sebagai stiker “Awas Anjing galak!”  dan ini ..Barangkali Cuma cinta, dan cinta tak butuh aksara. Dee selalu punya bahasa yang khas dirinya, bukan bahasa pasaran dalam banyak novel. Dia punya imajinasi tinggi juga selera humor yang sama baiknya. Dan kosa kata eskapisme,melatonin dan Rio Tampobata di bab I ini sukses membuat saya googling, apa sih itu?

elyx2

Pulang

Genre : roman mungkin. Ada yang bisa bantu?

Tere Liye, 400 halaman, Republika, cetakan I pada Sept 2015

Tere Liye juga penulis fiksi jempolan. Kalimat-kalimatnya sering membuat pembaca hanyut dalam rasa yang dialami tokoh-tokohnya, dan aku yang memang sentimental dan mata yuyu ini (istilah Jawa buat orang yang gampang terharu untuk hal-hal kecil sekalipun) sukses dibuatnya berhidung merah mengembang seperti tomat dan berlendir (hehe..sorry) plus mata dipaksa mengeluarkan cairannya berliter-liter, coba kalau sama mahalnya dengan air mata duyung yang katanya berkhasiat itu, bisa kaya rayalah aku dari baca novelnya saja. Tapi berhubung novel-novel Tere Liyeku yang lain raib entah kemana  jadi ya pilih Pulang, buku terbaru Tere Liye yang kubeli.

Tere Liye juga punya bahasa yang khas mendayu-dayu tapi tak terkesan cengeng. Membaca karyanya itu seperti membaca dongeng ajaib untuk kita yang kadang sudah apatis menghadapi hidup dan rutinitas. Ceritanya kebanyakan seperti telenovela dan drama korea, membuat kita punya kesempatan bermimpi. Too perfect to be true sih. Kehidupan si tokoh sering selalu mengalami kebetulan-kebetulan yang menakjubkan jadi jalan untuk punya kehidupan yang teramat sempurna,  yang kayaknya cuma 1% manusia bumi bisa mengalaminya. Jadi otakku kadang sudah memberi warning begini, awas anda berada di kawasan surealis, silahkan tetap di aliran realis, padahal aku lebih suka aliran ekspresionis hehe…  jadi berasa lihat rokok dan baca tulisan peringatan, awas merokok bisa menimbulkan kanker, serangan jantung, lemah syahwat dan keguguran. Udah ngeri duluan padahal juga ga doyan rokok. Nah mungkin buat para penduduk 1% dunia itu, karya Tere Liye ya berasa kaya pecandu rokok saja, setelah baca tulisan peringatan cuma bilang halah cemen..…

Nah di bab I buku ini Tere Liye punya resep yang berbeda dengan penulis di atas. Ia mulai dengan mengenalkan karakter tokoh utama secara terperinci dan menjadi dasar dari semua jalinan cerita yang akan terjadi kemudian. Ia menceritakannya ala pendongeng, dengan bahasanya yang imajinatif , deskriptif tapi terkadang terkesan hiperbola juga jalinan ceritanya. Kok berasa aku ini temannya si statusisasi kemakmuran Vicky ya? Wes embuh lah, tapi buku ini kalau secara pribadi kumasukkan buku motivasi, sebelahan sama Anthony Robbins To build A Giant Within, Biografi Steve Jobs dan Merry Riana, Mimpi Sejuta Dollar hehe….

Kalimat-kalimatnya sederhana, dengan kata-kata biasa, tapi mengalir lancar membuat pembaca tak bisa berhenti menghabiskannya dalam sekali baca. Begitulah aku kalau pegang novelnya si pendongeng Tere Liye ini. Harus langsung selesai. Ia menceritakan Si Bujang dengan alur flash back bagaimana ibu bapaknya bertemu, menghadapi tentangan keluarga ibunya yang religious  karena ia memilih seorang centeng yang lekat dengan tindakan kriminalitas, dan sebagai lelaki sejati yang telah menetapkan pilihan, bapaknya Bujang akhirnya memilih keluar dari dunia hitam karena ingin menentramkan hati istrinya, berdua mereka menjauhi hiruk pikuk dunia, tinggal di ladang terpencil dekat hutan dan membesarkan Bujang dalam kesunyian. Ibunya yang pintar dan religious sendirilah yang mendidiknya (homeschooling ala-ala gitu deh). Ibu dan ayahnya yang bagaikan minyak dan air itu karakternya bisa bersanding harmonis karena komitmen mereka terhadap pernikahan. So sweet bukan? Kadang lelaki yang kelihatan keras malah berhati lembut, loh kok curhat,…haha abaikan ini.

Nah,..penggalan kalimat yang kusuka dari novel ini adalah  Semua masa lalu ditutup. Mereka memulai kehidupan baru. Berapa orang yang bisa ekstrim bersikap begini? Karena manusia pada dasarnya suka mengenang sejarah hidupnya. Juga totalitas Bujang saat berhadapan dengan raja babi hutan,  Maka jika aku harus mati, aku akan memberikan perlawanan terbaik . quote ini menggugah adrenalin kan? Juga ini. Aku bersiap melakukan pertarungan hebat yang akan dikenang. Kok tidak romantis? Memang. Ini kan roman tanpa kisah percintaan!

novel elysium
novel elysium

If Tomorrow Comes,

genre romance misteri

Shidney Sheldon,689 halaman, terbit pertama 1991, Gramedia, cetakan ke 12 (di tahun 2012)

Kita semua tahulah karya Shidney Sheldon itu sudah mendunia dan jadi best seller beberapa kali. Seperti Mira W nya Indonesia. Karyanya masih laris dan masih diterima pasar hingga sekarang. Novel ini menceritakan perjalanan hidup Tracey Whitney, seorang gadis muda dari kelas bawah yang bekerja di sebuah bank dan mengurus penyaluran uang antar cabang bank. Ia yang betanggungjawab memeriksa apakah uang yang telah ditransfernya  sudah akurat kebenarannya. Tanggung jawab yang berat karena jika ia salah maka jutaan dolar Amerika bisa salah masuk rekening atau beda jumlah dsb. Tracy Whitney melaksanakan tugasnya dengan baik. Sampai akhirnya ia bertemu Charles Stanhope, dari keluarga terkemuka, dan memutuskan untuk menikah. Ternyata pernikahan itu hanya sebuah jebakan (batman?) bagi Tracy. Ia dimanfaatkan Charles untuk kepentingan keluarganya dan akhirnya Tracy yang menjadi kambing hitam. Menjalani kehidupan pahit, Tracy tersadar bahwa untuk tak diabaikan dan diinjak-injak bahkan oleh orang yang dicintainya begitu saja, ia harus menjadi perempuan yang kuat dalam hal apapun. Dan bagaimana caranya, sudah bukan masalah buatnya. Tracy yang manis dan lugu dapat dilihat dari penggalan kalimat …” Aku merasa seperti seorang putri dalam dongeng, Ma”. Kau tak tahu kejamnya dunia di luar sana Tracy (bisikku sebagai pembaca hihi).  Akhirnya ia bertransformasi menjadi Tracy yang ambisius dan penuh taktik. Pelaku kriminal kelas satu demi kekayaan dan kekuasaan.

Alur yang digunakan novel ini merupakan alur gabungan maju mundur. Sidney mengolah novel ini dengan cermat. Terlihat jika ia melakukan riset terlebih dahulu, ia paham bagaimana kinerja perbankan, hingga kode-kode rahasia intern bank yang menyatakan bank aman, dan ia menurut saya riset ke tempat-tempat yang menjadi lokasi cerita.  Sidney membuat pembukaan cerita yang apik di Bab I. Ia langsung meluncurkan cerita seorang ibu yang putus asa, ibu Tracy, Doris melakukan bunuh diri. Sebelum bunuh diri ia menelpon Tracy untuk terakhir kalinya, memastikan bahwa putrinya akan hidup bahagia karena akan menikah dengan keluarga terpandang. Bab I itu singkat, hanya berisi kisah bunuh diri itu akan terjadi dan rasa sedih Doris karena akan meneinggalkan Tracy. Tapi tak dijelaskan apa alasan Doris bunuh diri. Ini yang membuat pembaca jadi penasaran karena di Bab II cerita langsung flashback, tak berkaitan dengan kisah Doris. Mulai memperkenalkan kehidupan Tracy yang sedang bahagia karena akan menikah. Bab I itu digambarkan dengan detail, meskipun singkat membuat pembaca bertanya-tanya motif apa yang membuat Doris bunuh diri?

Nah itulah perbandingan tiga novel yang kubaca kemarin dan baru bisa upload sekarang.

Baca juga yang ini....

9 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *